Kisah Legenda Putri Kadita

Kisah Legenda Putri Kadita
Kisah Legenda Putri Kadita
0 Komentar

sumedangekspres – Kisah Legenda Putri Kadita diangkat dari novel berjudul Aa Merdeka Permana “Putri Calon Kemelut, Putri Prabu Siliwang”. Lepas landas dari negeri Sunda Ada sebuah kerajaan besar bernama Kerajaan Pajajaran karena memang seperti itu penyatuan dua kerajaan, yaitu Galuh dan Pakuan.

Kerajaan diperintah seorang raja yang bijaksana dan dihormati bergelar raja Siliwangi bernama Sri Baduga Maharaja.

Prabu memiliki seorang putri yang memiliki wajah terindah di kerajaan, hasil pernikahannya dengan Nyi Sri Dewi Paranghayu, bungsu Prabu Siliwang dan juga seorang selir cantik di antara selir lainnya.

Baca Juga:Platfrom Penghasil Uang Dollar Langsung Ke Rekening Terbukti MembayarPlatfrom penghasil Saldo dana Dan Pulsa, Terbukti membayar

Nama putrinya adalah Nyi Mas Kandita, atau orang kepercayaan disebut Putri Candida. Dia adalah seorang putri yang suka menyanyikan lagu dan Beryair juga tertarik dengan seni untuk menambah nilai
Kecantikannya.

Sang putri dan ibunya memiliki pembantu yang selalu setia bersama dengan kamu Singkat cerita, ada seorang pemuda bernama Sungkawa yang sangat memperhatikannya dan memiliki putri Kandita di dalam hatinya selama pertemuan tersebut Raja Karakter putri Kandita ini tidak hanya memiliki paras yang cantik, tetapi juga memiliki budi pekerti dan cara yang lembut, baik hati, dan bijaksana untuk disukai orang lain
dan dihormati oleh banyak orang di keluarga kerajaan dan rakyat jelata.

Namun ada orang yang membenci kehadiran sang putri, yaitu ibu tirinya bernama Nyimas Ardanda Sulihanja dan saudara tirinya bernama Nyimas Kania
seorang dewi di sebuah kerajaan.

Dua orang sangat cemburu dan menjengkelkan Kehadiran putri Kandita itu dinilai mengancam posisinya keduanya di kerajaan.

Ibu Nyimas Ardanda Sulihanja takut pada Nyimas Sri Dewi Paranghayu dan putri Kandita memenangkan cinta dan perhatian raja dan orang-orang di sekelilingnya. Anaknya adalah Nyimas Dewi Kania
untuk merasa tak tertandingi, terutama dalam asmara dengan orang-orang kerajaan perasaannya pada Sungkawa muda.

Nyimas Sri Dewi Paranghayu dan putri Kandita terus membombardir kejahatan disusun oleh Nyimas Ardanda Sulihanja dan Nyimas Kania Dewi weil dia iri Namun mereka tetap sabar dan baik terhadap keduanyaorang yang menyakiti ibu dan anak perempuan yang cantik itu.

0 Komentar