sumedangekspres – Pagi hari bagi banyak anak dan orangtua sering kali menjadi waktu yang penuh tantangan, di mana kewajiban seperti ibadah dan berangkat ke sekolah menjadi agenda harian yang harus dijalani.
Ayah atau bunda mungkin sudah sibuk sejak Subuh membangunkan anak-anak untuk menjalani rutinitas tersebut. Namun, respons anak tidak selalu sesuai dengan harapan. Terkadang, mereka sulit untuk bangun, dan situasi ini dapat menjadi seperti medan perang di rumah.
Pada saat-saat seperti itu, beberapa orangtua mungkin merasa frustasi dan akhirnya mengeluarkan suara yang lebih tinggi atau bahkan memarahi anak agar tidak telat ibadah dan ke sekolah.
Baca Juga:Krisis Listrik di Rumah Sakit Al-Quds Gaza: Tim Medis Menghadapi Tantangan BeratOtto Hasibuan Bergabung dengan Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran
Namun, menurut psikolog Roslina Verauli, perilaku ini sebaiknya dihindari, terutama di pagi hari jelang keberangkatan anak-anak ke sekolah. Alasannya bukan hanya karena memarahi anak dapat menciptakan ketegangan dalam hubungan orangtua-anak, tetapi juga karena dapat berdampak langsung pada perkembangan otak anak.
Menurut Roslina Verauli, otak anak pada pagi hari sedang dalam kondisi sensitif dan rentan terhadap stres. Memarahi anak di pagi hari dapat meningkatkan tingkat stresnya, yang pada gilirannya dapat memengaruhi konsentrasi, mood, dan daya ingat anak sepanjang hari.
Anak yang sering diberi tekanan pada waktu-waktu sensitif seperti pagi hari dapat mengalami penurunan performa akademis dan kesejahteraan emosional.
Sebagai gantinya, Roslina merekomendasikan pendekatan yang lebih positif dan mendukung.
Berikut adalah beberapa tips yang bisa dicoba oleh orangtua untuk menciptakan pagi yang lebih harmonis:
1. Bangunlah dengan Lembut
Buka mata anak dengan lembut dan penuh kasih sayang. Hindari teriakan atau nada suara yang tinggi yang dapat membuat anak merasa terancam.
2. Jadwalkan dengan Bijak
Atur jadwal pagi dengan bijak, sehingga ada cukup waktu untuk ibadah, sarapan, dan persiapan ke sekolah tanpa harus terburu-buru.
3. Libatkan Anak dalam Persiapan
Biarkan anak terlibat dalam persiapan pagi, seperti memilih pakaian atau membantu menyiapkan sarapan. Ini dapat memberikan mereka rasa tanggung jawab dan meningkatkan motivasi.
4. Berikan Pujian dan Dorongan
Baca Juga:Kembali Terjadi! Siswa SMK Merokok di Kelas Berujung Pemukulan GuruPuluhan Jamaah Umrah Asal Jambi Terlantar di Jeddah Kembali ke Tanah Air
Berikan pujian kepada anak saat mereka melakukan sesuatu dengan baik di pagi hari. Dorong mereka dengan kata-kata positif untuk membangun rasa percaya diri.
