Sejalan dengan upaya tersebut, Erwin nyatanya terus membuka diri terhadap berbagai kesempatan pengembangan usaha, salah satunya melalui program Pengusaha Muda BRILian yang diselenggarakan BRI.
Dalam program tersebut, NOMNOM mengikuti rangkaian seleksi, pembekalan, serta pengembangan bisnis yang membantu memperkuat kapasitas usaha secara lebih terstruktur.
“Kami belajar melihat bisnis dari perspektif yang berbeda. Tidak hanya menjual produk, tetapi juga membangun brand yang memiliki nilai, memahami kebutuhan pasar, serta menyiapkan bisnis agar mampu tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Erwin Jogisaputra, pendiri NOMNOM.
Baca Juga:Ada Pencuri Kabel PJU Cadas Pangeran Segera Lapor ke 110 atau 112Hadir Sebagai Pusat Kegiatan Agama, Yayasan BMS Ajak Masyarakat Tholabul Ilmi
Berkat kerja keras dan partisipasi aktif selama mengikuti rangkaian program tersebut, Erwin berhasil membawa NOMNOM meraih posisi Top 3 Pengusaha Muda BRILian.
Pencapaian ini menjadi salah satu momentum penting bagi NOMNOM untuk memperluas jejaring, meningkatkan kesiapan bisnis, serta membuka akses menuju pasar internasional.
Lebih lanjut, Erwin menyampaikan dukungan BRI tersebut semakin terasa ketika NOMNOM memperoleh kesempatan mengikuti pameran internasional di Singapura.
Menurut Erwin, keikutsertaan dalam pameran tersebut menjadi peluang penting bagi NOMNOM untuk menguji penerimaan pasar sekaligus membuka jaringan bisnis baru di tingkat internasional.
“Respons yang kami terima selama pameran sangat positif. Produk NOMNOM berhasil menarik perhatian calon buyer di Singapura dan saat ini kami telah memasuki tahap negosiasi akhir.
Kami berharap proses ini dapat segera terealisasi sehingga produk pangan lokal Indonesia dapat menjangkau pasar yang lebih luas,” ungkap Erwin.
Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan bahwa perjalanan NOMNOM menunjukkan pentingnya membangun ekosistem yang mampu mempertemukan inovasi UMKM dengan akses pasar yang lebih luas.
Baca Juga:Pemuda Muslim Jatinangor Tolak LGBT: Jangan Biarkan Generasi Jadi Korban NormalisasiKirab Alit dan Jamasan Pusaka Keraton Sumedang Larang, Tradisi yang Mengikat Sejarah dan Ketakwaan
“BRI meyakini bahwa daya saing UMKM tidak hanya ditentukan oleh kualitas produknya, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha dalam beradaptasi, berinovasi, dan mengakses pasar.
Oleh karena itu, kami terus memperkuat ekosistem pemberdayaan yang menghubungkan pembiayaan, pendampingan, digitalisasi, hingga business matching agar semakin banyak UMKM Indonesia mampu tumbuh secara berkelanjutan dan bersaing di pasar global,” ujar Dhanny.
Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, BRI akan terus memperkuat perannya dalam menciptakan value creation melalui pemberdayaan UMKM.
