Pemdes Rancamulya Keluhkan Data Beras Bansos Masih Kurang Tepat Sasaran

Pemdes Rancamulya Keluhkan Data Beras Bansos Masih Kurang Tepat Sasaran
Perangkat Desa Rancamulya sedang menyalurkan beras dari Bantuan Pangan Nasional (BAPANAS), baru - baru ini.
0 Komentar

KOTA – Pemerintah Desa Rancamulya Kecamatan Sumedang Utara menyalurkan bantuan pangan berupa beras dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) kepada masyarakat penerima manfaat. Penyaluran bantuan tersebut diperuntukkan bagi 1.008 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan total beras sebanyak 3.024 kilogram.

Bantuan tersebut merupakan penyaluran untuk periode Juli, Agustus, dan September, dengan masing-masing KPM memperoleh bantuan beras sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Desa Rancamulya membagi proses penyaluran ke dalam empat sesi. Pembagian tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran proses administrasi sekaligus memastikan penyaluran berjalan tertib dan rapi.

Baca Juga:484 Warga Kebonjati Terima Bantuan BerasPendataan Perlinsos Harus Berkelanjutan

Kepala Desa Rancamulya, Oteng Sulaeman melalui Kadus 1, Gustiana, menyesalkan masih terdapat data dari pusat yang kurang tepat sasaran dan masih ada data orang meninggal dan pindah tempat, hal tersebut menjadi kendala di desa.

“Salah satu kendala dalam proses penyaluran bantuan adalah adanya perbedaan antara data desil yang tercantum dalam sistem dengan kondisi masyarakat yang ditemukan di lapangan,” ucapnya.

Menurutnya, masih terdapat warga yang berdasarkan data tercatat pada desil tertentu, namun kondisi ekonominya di lapangan dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kategori tersebut.

” Kondisi tersebut membuat pemerintah desa perlu melakukan koordinasi dan pengecekan lebih lanjut agar bantuan dapat diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” jelas Gustiana

Adanya ketimpangan data desil tersebut membuat penyaluran sedikit terhambat karena pihak desa harus meluangkan waktu untuk berkomunikasi dengan RT, RW, dan operator yang ada di desa.

Untuk penyaluran penerima pengganti, pemerintah desa juga berupaya mengacu pada ketentuan yang ditetapkan Bapanas, termasuk memperhatikan kelompok desil yang menjadi kriteria penerima. Proses tersebut dilakukan dengan mencocokkan data yang tersedia dengan kondisi masyarakat di lapangan.

Gustiana menambahkan, penyaluran bantuan beras kali ini merupakan periode kedua. Pada pelaksanaan penyaluran saat ini menunjukkan ketimpangan data di desil sedikit berkurang dibandingkan penyaluran pada tahaf sebelumnya, meskipun masih ditemukan sejumlah ketidaksesuaian data.

Baca Juga:Program ACF TB Melalui Skrining Rontgen Dada Berbasis AISMKN 1 Sumedang Merayakan Milangkala ke-63 dengan Kekeluargaan dan Kebersamaan

“Alhamdulillah, ini periode kedua untuk pembagian beras. Sekarang agak sedikit yang jomplang,” ungkapnya.

Ia berharap ke depan data penerima bantuan yang digunakan dalam program pangan dapat semakin akurat dan tepat sasaran. Menurutnya, kondisi nyata masyarakat di lapangan perlu menjadi salah satu pertimbangan penting dalam proses pemutakhiran data penerima bantuan.

0 Komentar