Sumedang Siapkan Antisipasi Abu Vulkanik, Kualitas Udara Dipantau Setiap Hari

Sumedang Siapkan Antisipasi Abu Vulkanik, Kualitas Udara Dipantau Setiap Hari
Sumedang Siapkan Antisipasi Abu Vulkanik, Kualitas Udara Dipantau Setiap Hari
0 Komentar

“Update terus informasi yang kami sampaikan sehingga kita bisa menjaga diri kita,” ujarnya.

Selain itu, Dony juga memastikan, untuk kondisi saat ini kualitas udara di Sumedang masih berada dalam kondisi aman. Aktivitas pendidikan maupun pekerjaan masyarakat juga tetap berjalan seperti biasa.

Namun, pemerintah akan melakukan penyesuaian kebijakan apabila terjadi perubahan kualitas udara maupun kondisi cuaca yang berpotensi memberikan dampak terhadap kesehatan masyarakat.

Baca Juga:Karhutla Sumedang Melonjak 99 Persen, Bupati Perkuat Pencegahan dan PatroliBidik Kursi DPRD,  Ade Muhamad Sulaeman Kembali Nahkodai Hanura Sumedang

Berkaitan Informasi kepada publik, kata Dony, harus disampaikan secara cepat, tepat dan tidak menimbulkan kepanikan. Masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya.

Pemkab Sumedang mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti perkembangan resmi terkait kualitas udara, cuaca dan potensi sebaran abu vulkanik.

“Mengantisipasi kemungkinan penurunan kualitas udara, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan saluran pernapasan,”ujarnya.

Warga yang beraktivitas di luar ruangan dianjurkan menggunakan masker atau pelindung saluran pernapasan, terutama ketika terdapat asap, debu maupun abu vulkanik. Aktivitas di luar ruangan juga perlu dibatasi apabila kualitas udara mengalami penurunan.

Pelindung mata dapat digunakan apabila kondisi lingkungan menyebabkan iritasi. Masyarakat yang mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, iritasi mata atau gangguan kesehatan lainnya diminta segera mengakses layanan kesehatan.

Perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan agar lebih membatasi paparan serta mengikuti arahan pemerintah.

Lebih lanjut, kata dony, Pemkab Sumedang juga menyiapkan mitigasi lintas sektor untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik, mencakup sektor kesehatan, pendidikan, ruang terbuka, transportasi, keairan, pertanian, peternakan serta perlindungan kelompok rentan.

Baca Juga:Dari Pamulihan, Doa untuk Rasulullah dan Indonesia, Abuya: Semoga Dijauhkan dari MusibahBupati Dony Pilih Diam Soal Wabup: Jangan Berasumsi!

Di sisi lain, sebaran abu vulkanik juga berdampak terhadap aktivitas penerbangan. Sejumlah bandara, termasuk Bandara Soekarno-Hatta, Husein Sastranegara, Halim Perdanakusuma dan Kertajati, ditutup hingga pukul 11.00 UTC atau 18.00 WIB pada 7 September 2026 akibat sebaran abu vulkanik.

Terakhir Bupati Dony mengajak seluruh masyarakat tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Selain ikhtiar melalui langkah mitigasi dan pemantauan, Pemkab Sumedang juga akan melaksanakan Salat Istisqa pada Selasa, 8 September 2026, pukul 08.00 WIB sampai selesai di Lapang PPS Kabupaten Sumedang. (red)

0 Komentar