6 Penyebab Anak Sering Begadang yang Harus Hati-hati

6 Penyebab Anak Sering Begadang yang Harus Hati-hati
ist/hallodoc.com
0 Komentar

1. MEMBUAT ANAK MENJADI PELUPA

Salah satu bahaya anak sering begadang adalah membuat mereka menjadi pelupa alias pikun.

Pasalnya, pada saat anak tidur, sebuah peristiwa bernama sharp wave ripples dapat terjadi. Peristiwa ini bertanggung jawab untuk menyimpan memori.

Selain itu, sharp wave ripples berfungsi untuk mengirimkan informasi yang telah dipelajari dari hippocampus menuju neokorteks otak (tempat di mana memori jangka panjang disimpan).

Baca Juga:7 Manfaat Buah Naga Untuk KesehatanKetahui Faktanya! Apakah Sakit Gigi Bisa Menyebabkan Kematian?

Jadi, tidak heran jika anak kurang tidur di malam hari bisa menjadi pelupa.

2. BERAT BADAN MENJADI NAIK

Hati-hati, kebiasaan begadang berlebihan juga bisa menyebabkan kenaikan berat badan.

Sebab, ketika anak kurang tidur, rasa lapar dan nafsu makan menjadi meningkat. Hal ini berpotensi menyebabkan obesitas.

Ditambah lagi, kurang tidur dapat membuat seseorang ingin mengonsumsi makanan yang berlemak dan berkarbohidrat tinggi.

3. KESEIMBANGAN DAN KOORDINASI TUBUH YANG BURUK

Kurang tidur akibat begadang juga dinilai bisa membuat keseimbangan dan koordinasi tubuh menjadi buruk.

Saat keseimbangan dan koordinasi tubuh tidak terjaga, maka anak dipercaya lebih berisiko untuk terjatuh dan mengalami kecelakaan fisik lainnya.

4. SITEM IMUN MELEMAH

Tidak hanya memicu obesitas, ternyata kurang tidur juga dapat mengakibatkan sistem imun anak melemah.

Ketika sistem kekebalan tubuh anak menjadi lemah, virus bisa menyerang dengan mudah. Hasilnya, anak bisa mengalami penyakit, seperti flu dan pilek.

5. MENURUNNYA PERFORMA AKADEMIS

Baca Juga:10 Tips Meningkatkan Konsentrasi Anak Secara Efektif7 Manfaat Jamur Salju Yang Baik Bagi Kesehatan

Bahaya akibat anak sering begadang juga bisa berdampak buruk pada performa akademis.

Dikutip dari Berkeley Psychology University of California, anak remaja yang tidur di atas jam 11.30 pada masa sekolahnya lebih berisiko mendapatkan nilai akademis yang rendah dan berpotensi mengalami masalah emosional, dibandingkan dengan anak lain yang tidur lebih cepat.

6. MENINGKATKAN RISIKO KEMATIAN

Dilansri dari Whitehal II Study, sejumlah peneliti Inggris mencoba melihat dampak pola tidur terhadap risiko kematian.

Studi ini meneliti sekitar 10 ribu pegawai sipil Inggris yang bekerja lebih dari dua dekade lamanya.

Hasilnya, mereka yang tidur hanya 5 jam atau kurang dari itu mengalami peningkatkan risiko kematian dua kali lipat dari segala macam penyebab.

0 Komentar