HIPPI Sumedang dan Jalan Panjang Membangun Kemandirian Ekonomi Umat

DPD HIPPI Kabupaten Sumedang
PELANTIKAN: Pengurus DPD HIPPI Kabupaten Sumedang mengikuti prosesi pelantikan di Gedung Negara Sumedang, Kamis (13/8).(Dok Sumeks)
0 Komentar

Bukan hanya mencari siapa yang sudah kuat, tetapi bagaimana kekuatan itu bisa ditularkan.

Sementara itu, Ketua PD Persatuan Islam Sumedang, Saeful Bahri, membawa percakapan itu ke masa lalu.

Ia mengingat cita-cita para pendahulu Persis tentang “Persis saudagar sasora, sarasa, sawadah”

Baca Juga:Wilujeng Rully Ginanjar, Hatur Nuhun Malik IdrisForum Ormas Sumedang Siapkan Sosialisasi LGBTQ di Gedung Negara

Istilah itu terdengar seperti gema dari masa yang jauh. Tetapi maknanya masih relevan: bahwa perjuangan tidak selalu berlangsung di atas mimbar.

Ada dakwah di pasar.

Ada dakwah dalam timbangan yang tidak dikurangi.

Ada dakwah dalam cara seorang pengusaha memperlakukan pekerjanya.

Ada dakwah ketika keuntungan tidak membuat seseorang menutup mata terhadap tetangga yang kesulitan.

“Persis hadir tidak hanya mengurusi ibadah saja, tetapi ekonomi bagian yang tidak terlupakan,” kata Saeful.

Kalimat itu seperti membuka pintu yang lebih lebar.

Sebab umat yang ingin mandiri tidak cukup hanya memiliki keyakinan. Mereka juga membutuhkan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri.

Ekonomi menjadi salah satu jalannya.

Dan jalan itu tidak selalu mulus.

Di luar Gedung Negara, dunia usaha telah berubah cepat. Warung kecil kini bisa memiliki etalase digital. Pedagang menawarkan dagangan melalui telepon genggam. Anak-anak muda membangun merek tanpa harus lebih dulu menyewa toko di pusat kota.

Teknologi membuat jarak semakin pendek.

Tetapi tidak otomatis membuat semua orang memiliki kesempatan yang sama.

Ada pengusaha yang mempunyai modal, jaringan, pengetahuan, dan akses pasar. Ada pula pelaku usaha yang setiap pagi hanya memikirkan bagaimana dagangannya habis sebelum malam. Di antara dua keadaan itu, HIPPI diminta menjadi jembatan.

Bukan sekadar tempat orang-orang yang telah berhasil saling bertemu, melainkan ruang untuk menarik mereka yang masih berjuang agar mempunyai jalan menuju keberhasilan.UMKM diperkuat. Pengusaha baru dilahirkan. Lapangan pekerjaan dibuka.

Baca Juga:Angin Mengamuk di Cigendel, Pohon Pinus Tumbang Tutup Jalur Sumedang-BandungAngin Mengamuk, Pohon Pinus Tumbang Tutup Jalur Sumedang-Bandung

Potensi pariwisata dan ekonomi kreatif Sumedang pun diharapkan tidak berhenti sebagai kata yang berulang dalam dokumen perencanaan dan pidato.

Sebab potensi yang tidak diolah hanyalah kemungkinan yang terlalu lama menunggu.

Ditempat yang sama, Ketua DPP HIPPI, H. Cucu Cumarna, mengingatkan agar pelantikan tidak berhenti sebagai seremoni.

0 Komentar